Media Selayar Indonesia
Redaksi
Minggu, 15 Mei 2011
Rabu, 11 Mei 2011
Puisi Untuk Kartini
Puisi Untuk Kartini
Karya : Fadly Sang Journalis
Hari itu…, Jum'at 6 Mei 2011.................,.
Langit Bumi Tanadoang Menangis Lagi
Selimut Mendung Kembali Bergelayut
Derai Air Mata Kembali Membasahi Bumi Pertiwi
Mengantar Langkah Putri Kusuma Bangsa
Menuju Pembaringan Terakhirnya
Selamat Jalan Kartini...........
Selamat Jalan Ibu Guru...........
Selamat Jalan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Selamat Beristrahat di Pembaringan Terakhirmu
Tidurlah Dengan Tenang di Sisi-Nya..........
Jasa dan Pengabdian-Mu Kan Senantiasa Terpatri
Di Lubuk Hati Kami Semua..................
Orang-orang Yang Telah Kau Tinggalkan Pergi Ntuk Selamanya
Terima Kasih Ibu Guru.........................
Engkau Telah Banyak Mewarisi Kami Ilmu
Ilmu...Yang Kan Membawa Kami Melangkah
Menggapai Masa Depan Sampai Ajal Datang Menjemput
Ditulis Di : Selayar, 11 Mei 2011
Jumat, 29 April 2011
Askot Mandiri P2KP Kepulauan Selayar Layangkan RAB BOP
Lembaga Askot Mandiri P2KP Advanced Kabupaten Kepulauan Selayar, belum lama ini resmi mengajukan Rencana Anggaran Biaya (RAB BOP) kepada PT. Ciriajasa Enginering Konsultan Join Venture, dan PT. Virama Karya (Persero). Surat ini, diajukan Askot Mandiri P2KP Advanced Kepulauan Selayar kepada ibu Ayu.
Pengajuan usulan RAB ini dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk mendukung suksesnya pelaksanaan kegiatan Advanced di Kepulauan Selayar, mengingat ketersediaan sarana prasarana kantor merupakan indikator penentu yang memegang peranan terpenting di dalam sebuah lembaga atau organisasi, maupun instansi pemerintahan.
Terkait hal tersebut, Pengurus Askot Mandiri P2KP Advanced Kepulauan Selayar berharap, “PT. Ciriajasa Enginering Konsultan Join Venture, dan PT. Virama Karya, berkenan, mencairkan kebutuhan anggaran sebagaimana RAB yang diajukan.
Hal ini dijelaskan Pengurus Askot Mandiri P2KP Advanced Kepulauan Selayar, Rosham melalui surat dengan nomor register : 009/P2KP-ADV/SLYR/III/2011 yang pengirimannya dilayangkan pada tanggal, 11 Maret 2011 lalu.(*)
SMA Bonto Bahari Bulukumba, Malang Nian Nasibmu Kini........
Angin perubahan yang dihembuskan pemerintahan baru Kabupaten Bulukumba dalam rentang waktu lima bulan terakhir, diakui, Direktur eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lingkar Sulawesi-Selatan, Fadly Syarif, telah begitu banyak menciptakan nuansa baru dalam kehidupan keseharian masyarakat di daerah berjuluk Butta Panrita Lopi itu.
Kendati demikian, dia tetap berharap, kiranya Pemerintah Kabupaten Bulukumba tidak terlalu prematur dalam menetapkan indikator sebuah keberhasilan. Adapun, keberhasilan yang telah berhasil diukir selama ini, baru sebatas langkah permulaan dan belum memberikan arti apa-apa terhadap masyarakat, atau dengan kata lain, pemerintahan baru, Butta Panrita Lopi baru seumur jagung.
Dalam artian, Pemerintah Kabupaten Bulukumba memerlukan ketersediaan stamina yang maksimal untuk dapat menuntaskan sederetan pekerjaan rumah yang menanti jauh di depan sana. Sebut saja diantaranya, persoalan masih relatif minimnya ketersediaan sarana prasarana gedung pendidikan yang memadai di lingkungan SMU Bontobahari.
Sebuah sekolah, yang dari awal pendiriannya hingga sekarang, sama sekali belum pernah tersentuh perhatian pemerintah. Terbukti, sekolah menengah atas yang berada di ujung selatan, ibukota Kabupaten Bulukumba ini, masih tampak sangat memprihatinkan, dengan kondisinya yang tidak melebihi bangunan kandang kambing.
Bahkan, di kala musim penghujan tiba, para siswa tak jarang harus mengikuti proses belajar mengajar (PBM,red), di tengah genangan banjir yang merendam halaman sekolah, dan ruang kelas belajar mereka. Dalam suasa seperti itu, para siswa juga harus rela mengikuti jam pelajaran dengan bertelanjang kaki, alias alias tanpa sepatu.
Oleh karenanya, Pemkab Bulukumba jangan sesekali pernah bermimpi, untuk bisa menghasilkan jebolan siswa berkualitas dan bermutu dari lingkungan SMA Bonto Bahari, ujar putra Bulukumba Kelahiran Bonto Kamase ini dengan nada sedih.
Fadly berharap, semoga gambaran realita dan potret buram dunia pendidikan Kabupaten Bulukumba yang sengaja dipersembahkannya menjelang Peringatan Hari Pendidikan Nasional di pertengahan tahun 2011 ini, dapat mengetuk pintu hati dan nurani, para pejabat di lingkungan birokrat Kabupaten Bulukumba, untuk sejenak melirikkan pandangannya ke SMA Bonto Bahari.
Sungguhpun tak dapat dipungkirinya, bahwa, dari sekian banyak gedung sekolah yang terdapat di Kabupaten Bulukumba, hampir 80 % diantaranya, terpantau dalam kondisi rusak parah, dan sangat tidak layak untuk dijadikan sebagai ruang belajar mengajar. Semisal, sekolah dasar dan Mts yang terletak di Kelurahan Kasimpureng, termasuk didalamnya, Sekolah Dasar di kawasan Pasir Putih Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba. (*)
Rabu, 29 Desember 2010
Lima Belas Tahun MCS Coremap Phase II Kawal Pengembangan Wisata Pantai Kepulauan Selayar
Kekayaan akan potensi sumber daya alam lingkungan pesisir laut telah menempatkan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel, sebagai salah satu kawasan pengembangan wisata pantai yang menarik dan terbilang aktif di belahan Kawasan Timur Indonesia.
Tak heran, jika selama lima belas tahun keberadaannya di daratan Bumi Tanadoang, Coremap sebagai lembaga rehabilitasi pengelolaan terumbu karang jangka panjang yang diprakarsai oleh Pemerintah Indonesia, MCS Coremap berhasil membuktikan kemampuannya menyulap Kabupaten Kepulauan Selayar menjadi kawasan pantai nelayan.
Indikator ini, sangat jelas terlihat, pada kian nyatanya aktivitas nelayan di daerah yang sebagian besar penduduknya masih sangat menggantungkan hidup dari hasil melaut tersebut. Dimana, kondisi ini turut memberikan dukungan terhadap tumbuh dan berkembangnya aktivitas wisata kuliner, seiring dengan mulai tersebarnya, rumah makan sari laut yang menyediakan sajian seafood.
Padahal sebelumnya, kekayaan terumbu karang daerah ini dinyatakan telah banyak mengalami kerusakan, sebagai bias dari ulah manusia tak kenal ramah lingkungan dalam melakukan aktivitas penangkapan sumber daya ikan dengan menggunakan bom dan bius.
Hal inilah yang kemudian mengundang keprihatinan dan mendorong berbagai upaya untuk menyelamatkan khazanah yang tak ternilai itu. Salah satu diantaranya, dengan menanamkan pemahaman, pengertian, kesadaran, dan kecintaan masyarakat terhadap ekosistem terumbu karang.
Beragam langkah terobosan pun ditempuh lembaga Coral Reef Rehabilitation and Management Program Phase II Kabupaten Kepulauan Selayar dalam rangka untuk melindungi dan melestarikan ekosistem yang sangat berharga ini dari kepunahan melalui serangkaian kegiatan sosialisasi penyadaran masyarakat.
Termasuk diantaranya dengan menggelar kegiatan Dakwah Terumbu Karang (SAD) guna mendidik dan menumbuhkan kelompok masyarakat beriman, berbuat ihsan, beramal shaleh, plus, mencetak lahirnya manusia yang memiliki kesadaran tentang lingkungan hidup, khususnya, terhadap lingkungan laut.
Melalui kegiatan Dakwah Terumbu Karang, diharapkan akan lahir pula manusia berwawasan terumbu karang yang mampu melestarikan terumbu karang dan berupaya mencegah pengrusakan habitatnya melalui penegakan amar ma’ruf nahi mungkar pada mahluk hidup.
Kegiatan ini sendiri dimaksudkan untuk mendidik dan menjadikan masyarakat sebagai kelompok nelayan professional dalam pemanfaatan kekayaan laut, terutama pada pelestarian sumber daya laut dan keanekaragaman sumber daya hayati lainnya, termasuk, terumbu karang.
Mengingat fungsi terumbu karang sebagai terumbu tepi, penghalang, dan pemecah gelombang yang melindungi daerah pantai rendah dari dampak erosi. Selain, terumbu karang juga turut memberikan andil besar pada penambahan (akresi) daratan melalui ketersediaan timbunan pasir kapur pada kawasan pulau di kerendahan.
Satu hal terpenting yang perlu disadari bahwa terumbu karang merupakan tempat tumbuh dan berkembangnya sumber daya perikanan, sekaligus sebagai wilayah pengembangan sumber tambang kapur. Oleh karenanya, upaya penanggulangan kerusakan lingkungan pesisir dan laut menjadi sangat penting artinya.
Meski perlu disadari, bahwa hal tersebut baru akan dapat tercapai melalui pembuatan peraturan daerah (Perda) yang turut ditunjang oleh ketersediaan dana maksimal serta dukungan masyarakat dan peranan mubaliq dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat.
Program ini menjadi sangat urgen untuk diterapkan, agar masyarakat dapat sedini mungkin menghindari segala bentuk kegiatan yang berpotensi merusak lingkungan laut, termasuk menghindari penggunaan alat tangkap yang berpeluang merusak ekosistem terumbu karang, dan menekan dampak kerusakan yang diakibatkan oleh perilaku destruktif manusia.
Dengan mulai tumbuhnya pemahaman, kesadaran, keterlibatan, dan kepeduliaan masyarakat dalam pelestarian ekosistem terumbu karang, maka, bukan sebuah hal yang tiadk mungkin, bila angka tutupan terumbu karang dapat ditekan dan diminimalisir.
Apatah lagi, disaat generasi muda dapat tergugah untuk melakukan inovasi dan meningkatkan kepeduliaanya terhadap langkah pelestarian terumbu karang. Terkhusus, untuk kawasan pesisir pulau-pulau, dipandang perlu, untuk menggiatkan rehabilitasi dan penanaman kembali hutan mangrove melalui kerjasama yang baik, antara pemerintah dan masyarakat. Pada program ini, diharapkan pula adanya bantuan subsidi pemerintah maupun pihak swasta.
Langganan:
Komentar (Atom)

























