Redaksi
Jumat, 29 April 2011
Askot Mandiri P2KP Kepulauan Selayar Layangkan RAB BOP
Lembaga Askot Mandiri P2KP Advanced Kabupaten Kepulauan Selayar, belum lama ini resmi mengajukan Rencana Anggaran Biaya (RAB BOP) kepada PT. Ciriajasa Enginering Konsultan Join Venture, dan PT. Virama Karya (Persero). Surat ini, diajukan Askot Mandiri P2KP Advanced Kepulauan Selayar kepada ibu Ayu.
Pengajuan usulan RAB ini dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk mendukung suksesnya pelaksanaan kegiatan Advanced di Kepulauan Selayar, mengingat ketersediaan sarana prasarana kantor merupakan indikator penentu yang memegang peranan terpenting di dalam sebuah lembaga atau organisasi, maupun instansi pemerintahan.
Terkait hal tersebut, Pengurus Askot Mandiri P2KP Advanced Kepulauan Selayar berharap, “PT. Ciriajasa Enginering Konsultan Join Venture, dan PT. Virama Karya, berkenan, mencairkan kebutuhan anggaran sebagaimana RAB yang diajukan.
Hal ini dijelaskan Pengurus Askot Mandiri P2KP Advanced Kepulauan Selayar, Rosham melalui surat dengan nomor register : 009/P2KP-ADV/SLYR/III/2011 yang pengirimannya dilayangkan pada tanggal, 11 Maret 2011 lalu.(*)
SMA Bonto Bahari Bulukumba, Malang Nian Nasibmu Kini........
Angin perubahan yang dihembuskan pemerintahan baru Kabupaten Bulukumba dalam rentang waktu lima bulan terakhir, diakui, Direktur eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lingkar Sulawesi-Selatan, Fadly Syarif, telah begitu banyak menciptakan nuansa baru dalam kehidupan keseharian masyarakat di daerah berjuluk Butta Panrita Lopi itu.
Kendati demikian, dia tetap berharap, kiranya Pemerintah Kabupaten Bulukumba tidak terlalu prematur dalam menetapkan indikator sebuah keberhasilan. Adapun, keberhasilan yang telah berhasil diukir selama ini, baru sebatas langkah permulaan dan belum memberikan arti apa-apa terhadap masyarakat, atau dengan kata lain, pemerintahan baru, Butta Panrita Lopi baru seumur jagung.
Dalam artian, Pemerintah Kabupaten Bulukumba memerlukan ketersediaan stamina yang maksimal untuk dapat menuntaskan sederetan pekerjaan rumah yang menanti jauh di depan sana. Sebut saja diantaranya, persoalan masih relatif minimnya ketersediaan sarana prasarana gedung pendidikan yang memadai di lingkungan SMU Bontobahari.
Sebuah sekolah, yang dari awal pendiriannya hingga sekarang, sama sekali belum pernah tersentuh perhatian pemerintah. Terbukti, sekolah menengah atas yang berada di ujung selatan, ibukota Kabupaten Bulukumba ini, masih tampak sangat memprihatinkan, dengan kondisinya yang tidak melebihi bangunan kandang kambing.
Bahkan, di kala musim penghujan tiba, para siswa tak jarang harus mengikuti proses belajar mengajar (PBM,red), di tengah genangan banjir yang merendam halaman sekolah, dan ruang kelas belajar mereka. Dalam suasa seperti itu, para siswa juga harus rela mengikuti jam pelajaran dengan bertelanjang kaki, alias alias tanpa sepatu.
Oleh karenanya, Pemkab Bulukumba jangan sesekali pernah bermimpi, untuk bisa menghasilkan jebolan siswa berkualitas dan bermutu dari lingkungan SMA Bonto Bahari, ujar putra Bulukumba Kelahiran Bonto Kamase ini dengan nada sedih.
Fadly berharap, semoga gambaran realita dan potret buram dunia pendidikan Kabupaten Bulukumba yang sengaja dipersembahkannya menjelang Peringatan Hari Pendidikan Nasional di pertengahan tahun 2011 ini, dapat mengetuk pintu hati dan nurani, para pejabat di lingkungan birokrat Kabupaten Bulukumba, untuk sejenak melirikkan pandangannya ke SMA Bonto Bahari.
Sungguhpun tak dapat dipungkirinya, bahwa, dari sekian banyak gedung sekolah yang terdapat di Kabupaten Bulukumba, hampir 80 % diantaranya, terpantau dalam kondisi rusak parah, dan sangat tidak layak untuk dijadikan sebagai ruang belajar mengajar. Semisal, sekolah dasar dan Mts yang terletak di Kelurahan Kasimpureng, termasuk didalamnya, Sekolah Dasar di kawasan Pasir Putih Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba. (*)
Langganan:
Komentar (Atom)

