
Perairan laut Kabupaten Kepulauan Selayar tampak mendapat sentuhan perhatian serius aparat keamanan dan sejumlah instansi terkait lainnya. Terbukti dalam beberapa bulan terakhir, kegiatan patroli rutin mulai gencar diadakan di wilayah territorial kabupaten yang terletak di penghujung paling selatan jazirah Provinsi Sulawesi-Selatan ini.
Sebut saja diantaranya, gelar patroli rutin jajaran Polairud, sampai kepada rangkaian kegiatan patroli yang belum lama ini turut dilakukan jajaran Mabes Polri dengan menggunakan kapal perang KM. Belibis, yang selanjutnya disusul, oleh kunjungan patroli serupa dari jajaran TNI-AL Danlatamal wilayah VI Makassar.
Dalam bulan November 2010 ini saja, tercatat sedikitnya dua kapal perang masing-masing milik Mabes Polri dan TNI-AL satuan Papua yang diperbantukan di Danlantamal wilayah VI Makassar masuk bersandar di dermaga Rauf Rahman Benteng Selayar.
Informasi yang berhasil dihimpun wartawan di lapangan menyebutkan, rangkaian kegiatan patroli rutin TNI-AL tersebut sengaja dilaksanakan dalam rangka meminimalisir potensi kejahatan yang dimungkinkan terjadi di perairan laut Kabupaten Kepulauan Selayar.
Baik itu yang sifatnya, kegiatatan illegal fishing, perompak, maupun tindak kejahatan penyelundupan barang-barang terlarang semisal penyelundupan bahan baku bom ikan melalui jalur laut. Selain itu, kegiatan patroli ini juga dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan transaksi jual beli bahan bakar minyak secara illegal. Menyusul, mendadak langkanya pasokan BBM yang masuk ke Kabupaten Kepulauan Selayar dalam beberapa bulan terakhir.
Hal tersebut didasarkan pada sejumlah rangkaian kegiatan penangkapan sebelumnya yang dilakukan aparat Polairud ter terhadap para pelaku tindak kejahatan di perairan laut Kabupaten Kepulauan Selayar. Misalkan saja, penangkapan terhadap KM. Elfhia yang beberapa waktu lalu tertangkap basah melakukan pengangkutan 25 ton BBM jenis solar tanpa kelengkapan dokumen resmi. Berikut, penangkapan salah satu kapal jenis KLM bermuatan kayu illegal. (*)