Dengan mempertimbangkan kondisi letak geografis daratan Kabupaten Kepulauan Selayar yang 48 persen wilayahnya terdiri dari bentangan lautan luas. Maka dalam kaitan itu pula, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, melalui Dinas Kelautan & Perikanan, bertekad menjadikan potensi kelautan & Perikanan sebagai leading sector unggulan utama pada rangkaian program pembangunan daerah.
Hal ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah kabupaten, dalam upaya menggenjot peningkatan taraf kesejahteraan rakyat. Khususnya, masyarakat nelayan pesisir dan pulau-pulau kecil. Untuk itu, Dinas Kelautan & Perikanan telah mencanangkan sejumlah program skala prioritas dengan menyadari posisinya sebagai instansi teknis yang tugas pokok dan fungsinya adalah membantu bupati dalam rangkaian pembinaan sector kelautan & perikanan.
Program itu sendiri, terdiri dari peningkatan system motorisasi melalui pengalokasian dana pengadaan 800 unit mesin katinting pada penyusunan RAPBD TA. 2009-2010. Demikian dijelaskan Kepala Dinas Kelautan & Perikanan Kabupaten Kepulauan Selayar, Dr. Ir. Marjani Sultan, M.Si.
Menurutnya, pemerintah kabupaten telah mendistribusikan tidak kurang dari 800 unit mesin katinting kepada masyarakat nelayan pesisir yang selama ini daya jangkaunya relatif terbatas hanya sampai ke pinggir pantai akibat minimnya fasilitas perahu atau kapal penangkap nelayan tradisional setempat.
Melalui program pendistribusian mesin katinting ini, pihak Dis KP Kepulauan Selayar berharap, “kiranya, nelayan tradisional Kabupaten Kepulauan Selayar, dapat meninggalkan budaya penangkapan Sumber Daya Ikan yang selama ini hanya mengandalkan dayun dan layar”.
Lebih jauh, nelayan tradisional Bumi Tanadoang diharapkan mampu menjangkau perairan laut dalam, tempat bersarangnya ikan-ikan besar.
Terkait dukungan penuh Kementerian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia, Dinas Kelautan & Perikanan Kabupaten Kepulauan Selayar juga telah mencanangkan program budidaya ikan karang di bawah koordinasi bidang budidaya perikanan budidaya seiring dengan lahirnya blue print percepatan pembangunan Kabupaten Kepulauan Selayar dalam rangka perwujudan Selayar sebagai Pusat Budidaya Ikan Karang.
Dan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan tersebut, terhitung sejak TA. 2009-2010 Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar telah mengalokasikan anggaran dana pembangunan keramba jarring apung dan keramba tancap yang dapat dilihat langsung di sepanjang pantai Padang, Kecamatan Bontoharu.
Mantan Kepala Bappeda Kabupaten Kepulauan Selayar di era Pemerintahan pertama Drs. H. Syahrir Wahab, MM ini juga mengaku telah melakukan serangkaian kegiatan pembinaan terhadap 16 kelompok nelayan tradisional yang sehari-harinya menggeluti kegiatan industri pengolahan sumber daya ikan. Sebut saja diantaranya, industri pengolahan terasi, ikan asin, dan abon-abon, ujar Marjani mencontohkan.
Meski kegiatan pembinaan dilakukan hanya dalam bentuk pendistribusian bantuan mesin pengolahan ikan menjadi abon yang anggaran bersumber dari dana APBD Kabupaten Kepulauan Selayar TA. 2009-2010. Namun, Dinas Kelautan & Perikanan telah berhasil melahirkan sedikitnya 20 kelompok nelayan tradisional pengolah sumber daya perikanan, berikut 400 kelompok petani budidaya rumput laut.
Alhasil, salah satu produk kerajinan terasi asal Bumi Penghasil Jeruk Manis tersebut pun berhasil menembus pasaran super market dan sejumlah swalayan pusat perbelanjaan di Kota Makassar. Setelah sebelumnya, pihak Dis KP turun langsung melakukan pembinaan kelompok pengrajin yang terbukti mampu menghasilkan produk berkualitas dan bermutu, termasuk dalam persoalan pengepakan hasil kerajinan itu sendiri.
Terakhir, Marjani menandaskan, bahwa dalam kurun waktu satu tahun kepemimpinannya sebagai Kepala Dinas Kelautan & Perikanan Kabupaten Kepulauan Selayar, Dinas yang dinauinginya itu, telah berhasil membentuk dan melahirkan sedikitnya 42 daerah perlindungan laut pada 42 wilayah desa pesisir, untuk menunjang berjalan efektifnya sisi pengawasan perairan laut Kabupaten Kepulauan Selayar melalui dukungan Peraturan Desa.
Bahkan belum lama ini, kelompok masyarakat pengawas perairan laut, asal Desa Bontolempangang dan Desa Bonerate yang direkomendasikan mewakili Kabupaten Kepulauan Selayar dalam event kejuaraan bertaraf nasional di Jakarta berhasil keluar sebagai juara umum lomba antar kelompok pengawas perairan laut di tanah air.
