Dinas Kelautan & Perikanan Kabupaten Kepulauan Selayar berharap, kiranya warga masyarakat maupun pengamat lingkungan, tidak terlalu dini menggeneralisir terjadinya kerusakan berat terumbu karang di dalam kawasan Taman Laut Nasional Takabonerate dengan hanya melihat satu titik wilayah kawasan yang secara kebetulan terumbu karangnya ditemui telah mengalami kerusakan.
Kendati, Dr. Ir. Marjani Sultan, M.Si selaku Kepala Dinas Kelautan & Perikanan Kabupaten Kepulauan Selayar sendiri mengakui, “secara umum, hasil penelitian terakhir membuktikan bahwa, kualitas terumbu karang kategori terbaik di Indonesia tinggal tersisa sekitar enam persen lagi”.
Beruntung, presentase kawasan terumbu karang berkategori baik, masih sempat bertengger pada posisi empat puluh persen, sedangkan sisanya diakui Marjani telah rusak.. Sebahagian besar diantaranya, berada di dalam kawasan Taman Laut Nasional Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar yang selama ini kerap menjadi lokasi kegiatan illegal fishing.
Meski demikian, Marjani membantah tudingan, yang menyebutkan terjadinya kerusakan total terumbu karang di sekitar kawasan Taman Laut Nasional Takabonerate. Pasalnya, pertumbuhan karang pada titik wilayah daerah perlindungan laut di sekitar kawasan Taman Laut Nasional Takabonerate dari hari ke hari kian terlihat membaik.
Hal tersebut dapat dilihat dari mulai ditemukannya kembali beberapa spesies biota laut yang selama ini terkesan sangat langka, sebut saja diantaranya, ikan pari, lobster berukuran besar, penyu dan ikan lumba-lumba yang merupakan indikator semakin membaiknya pertumbuhan terumbu karang di sekitar kawasan Taman Laut Nasional Takabonerate, tandas Marjani Sultan.(R.05)
